Kenapa Jutawan Tampil Beda

Oleh : Wawan

 

Minat orang Indonesia menjadi entrepreneur tak pernah surut. Bejibun perusahaan skala kecil hingga raksasa terus berdiri tiap harinya. Impian menjadi entrepreneur sejati tak akan basi. Sebagian sukses, sisanya hanya bisa jadi penonton. Anda termasuk yang mana?

Apa yang membuat entrepreneur jutawan sangat berbeda dengan rata-rata pebisnis kecil yang tak kunjung berkembang? Amanda Gome dari smartcompany.com.au mengungkap faktor apa yang membuat mereka sukses.

Jitu memilih dan waktu yang tepat
Jika ditanya kenapa bisa sukses, mungkin ada entrepreneur akan bilang,”Sedang beruntung! Saya di tempat dan waktu yang tepat”

Namun, sebaiknya kita lupakan kata “keberuntungan”. Kesuksesan entrepreneur karena mereka memiliki radar canggih. Dalam hal ini, mereka jeli melihat perubahan sosial, beralihnya pola kebutuhan pelanggan hingga mampu menerjemahkan setiap regulasi baru dengan cerdas.

Kesuksesan mereka bisa saja direguk sejak usahanya digulirkan karena mengandalkan produk dan layanan hasil dari merespon tren tergres dan kondisi masyarakat yang terus berubah.
Jadi kenapa entrepreneur sukses mampu membidik area bisnis dengan jitu? Mereka pintar memindai perilaku orang, tren, sosial dan pelanggan potensial

Perencanaan tak butuh waktu lama
Sebelum mulai usahanya, entrepreneur disibukkan dengan perencanaan. Tapi begitu rencana bisnis telah matang, terkadang ladang bisnis yang dibidik berubah terlalu cepat. Jika kita memiliki rencana bisnis yang cemerlang, tak perlu butuh waktu tahunan untuk mewujudkannya. Walau untuk lahan bisnis lain, memang butuh waktu yang tidak singkat.

Tapi untuk bisnis yang bergulir cepat, khususnya jasa layanan, waktu perencanaan bisnis usahakan tak lebih dari 6 bulan. Ada pula yang mampu menetaskan bisnisnya hanya dalam hitungan minggu atau bahkan beberapa hari. Namun, entrepreneur ini walau baru menggulirkan bisnisnya, dia bukan orang baru di bidang tersebut dan telah memiliki jaringan luas dan akses teknologi teranyar.

Jago menata relasi
Entrepreneur tak bisa disangkal brilian dalam membangun relasi baru maupun memelihara relasi lawas. Namun terkadang mereka kurang mempromosikan produknya hingga kata sepakat dan terlalu asyik menjaga hubungan baik dengan relasi. Untungnya, disinilah staf marketing bisa mengambil alih peran agar barang atau jasa yang ditawarkan mencapai kata sepakat.

Menghitung setiap rupiah
Bukan hal aneh jika entrepreneur yang akhirnya bisnisnya meraksasa, berawal dari memanfaatkan salah satu ruang di rumah demi menggencet pengeluaran. Bahkan pengeluaran air minum pun dihitung dengan cermat.

Jangan heran, jika seorang entrepreneur sukses  sudah bisa mengais untung sejak hari pertama bisnisnya digulirkan. Anda kepingin seperti mereka?

 

%d blogger menyukai ini: