Kelompok Mastermind

Oleh : Jamil Azzaini

 

Anda ingin berhasil? Anda ingin selalu bersemangat? Anda tidak bisa sendirian.  Sehebat-hebatnya Anda, pasti Anda membutuhkan orang lain.  Saran saya, Anda harus memiliki teman-teman yang selalu menyemangati Anda, menginspirasi Anda, mendukung Anda. Begitu juga sebaliknya,  Anda juga memotivasi, menginspirasi dan mendukung teman-teman Anda. Jika Anda memiliki teman seperti itu dan melakukan pertemuan rutin itu berarti Anda memiliki kelompok mastermind.

Jadikan teman Anda sebagai kelompok mastermind (istilah ini dipopulerkan oleh Napoleoan Hill di dalam bukunya “Think and Grow Rich“). Filosofinya sederhana, dua kepala lebih baik dibanding satu kepala dalam hal memecahkan masalah atau menciptakan hasil.

Jadi, bayangkan mempunyai sebuah kelompok tetap yang terdiri atas lima sampai enam orang yang bertemu setiap pekan untuk tujuan memecahkan masalah, melakukan curah pendapat, membentuk jaringan, dan saling mendukung serta memotivasi satu sama lain.

Orang-orang yang berhasil di dunia selalu memiliki kelompok mastermind. Misalnya, Henry Ford (expert di bidang assembling), sering melakukannya bersama pemikir brilian seperti Thomas Edison (penemu) dan Harvey Firestone (expert manajemen korporasi).  Kelompok mastermind telah melahirkan ketiga orang itu menjadi orang yang berpengaruh di dunia.

Nah, lima orang sahabat Anda dan juga Anda jadilah sebuah kelompok mastermind yang perlu melakukan pertemuan atau diskusi rutin. Pastikan semua anggota memiliki kesempatan, hak dan kewajiban yang sederajat. Pastikan juga bahwa, semua orang yang menjadi anggota mastermind memiliki pikiran dan hati yang terbuka.  Mengusahakan untuk terlatih berbeda pendapat dan menerima masukan dan kritikan yang produktif.  Saran saya, anggota kelompok yang Anda jadikan kelompok mastermind ini profesinya beragam dan tinggal berdekatan atau setidaknya bisa dijangkau dalam waktu yang tidak terlalu lama.

Pertemuan mastermind harus diadakan setiap pekan atau dua pekan tergantung kesepakatan bersama. Semua orang harus hadir.  Pertemuan itu bisa dilakukan secara tatap muka, via internet atau telepon.  Saran saya, pertemuan tatap muka harus paling dominan dibandingkan dengan yang lainnya.

Waktu pertemuan disarankan berkisar antara 1 – 2 jam saja.  Pertemuan yang terlalu lama akan menjemukan dan tidak mendorong anggota untuk hadir di pertemuan berikutnya.  Sesekali pertemuan bisa dilakukan lebih dari 2 jam.

Dalam beberapa pertemuan pertama, saya sarankan agar masing-masing anggota mendapat waktu yang cukup (kurang lebih satu jam) untuk mempresentasikan Proposal Hidupnya (detailnya, bukunya sedang saya buat, he…he…promosi terselubung), bercerita tentang diri, keluarga dan juga pandangan-pandangan hidupnya.  Setelah semua orang sudah mempresantisakan Proposal Hidupnya maka pertemuan mastermind selanjutnya temanya ditentukan sesuai kesepakatan.

Di dalam pertemuan tidak boleh ada satu atau dua orang yang mendominasi.  Semua harus diberikan hak yang sama.  Akan sangat baik bila ditunjuk secara bergiliran pimpinan pertemuan yang akan mengatur jalannya pertemuan secara fairdan menggairahkan sehingga semua anggota merasa manfaat dari pertemuan tersebut. Agenda pertemuan bisa membahas seputar bisnis, keluarga, kepedulian, curhat dan solusi, diskusi tematik tergantung dengan suasana yang sedang berkembang saat itu.

Ingat! Dalam melaksanakan Proposal Hidup Anda tidak punya atasan.  Anda akan selalu terdorong untuk menjalankan apa yang sudah Anda tulis bila kelompok mastermind ini berjalan.  Kepada kelompok mastermindlah Anda memberikan laporan dan pertanggungjawaban realisasi dari proposal hidup Anda.  Jadi, pastikan Anda menghidupkan kelompok mastermind ini.

Saat ini sudah banyak bermunculan kelompok mastermindini terutama di TDA. TDA adalah kependekan dari Tangan Di Atas, yaitu sebuah jaringan komunitas bagi para pengusaha dan calon pengusaha yang ingin saling memberi. Sesuai dengan namanya, “tangan di atas” adalah perlambang dari seorang “pemberi”, berarti yang memberi penghasilan atau gaji (kepada karyawan), yang berarti juga yang memberi ilmu (kepada sesama), yang memberi manfaat (pada orang banyak).

Maka anggota komunitas TDA adalah para pengusaha dan calon pengusaha yang mempunyai usaha, yang berminat mengembangkan usaha dan yang ingin mengetahui informasi peluang dan perkembangan usaha (bisnis). Sebuah perkumpulan para pengusaha yang sebagian besar anak-anak muda. Kelompok mastermind ini ada yang diberi nama lokasi, misalnya mastermind Sudirman (komunitas Jalan Sudirman di Jakarta), Mastermind Bekasi, mastermind Depok, mastermind Cipasera, mastermind Yogya, mastermind Madurejo dan lain-lain.

Setelah Anda selesai membaca ini segeralah merintis pembentukan Kelompok Mastermind.

 

Salam SuksesMulia

Jamil Azzaini

(AYE)

%d blogger menyukai ini: