Keluarga Biasa Saja vs Keluarga Kaya Raya

Anda tentunya ingin keluarga Anda hidup serba berkecukupan bahkan kaya raya bukan. Ya, semua orang pasti mendambakan itu. Tapi pertanyaannya, mengapa orang yang hidupnya biasa – biasa saja atau bahkan sangat sederhana, hidupnya tetap begitu begitu saja? Sedangkan orang yang sudah kaya malah semakin bertambah kekayaannya.

Banyak orang yang lalu menyalahkan takdir. “ya, itu kan karena memang dia ditakdirkan lahir kaya”. Atau hanya sekedar keberuntungan. Ingat!!! Tuhan tidak akan mengubah keadaan suatu kaum jika kaum tersebut tidak berusaha dan berdoa agar keadaannya berubah.

Mari sedikit saya ceritakan mengapa keluarga biasa – biasa saja hidupnya tetap biasa – biasa saja, sedangkan keluarga kaya semakin kaya

Pertama, saya mulai dari keluarga biasa – biasa saja dulu.

Biasanya, kapala keluarga dari keluarga ini adalah orang yang bukan dari kalangan wirausaha (karyawan atau PNS). Mereka mempunyai anak. Anak mereka mengenyam pendidikan hingga kejenjang yang lebih tinggi (S1 – S3) dengan tujuan agar menjadi orang yang pintar.  Setelah mengenyam pendidikan, mereka berusaha mendapatkan pekerjaan seperti orang tua mereka. Mereka memulai karis dari nol dengan penghasilan yang sudah ditetapkan dan tidak mungkin jika memulai karir dari nol mereka langsung mendapatkan penghasilan yang besar, pastinye dengan penghasilan yang standar di daerahnya.

Lalu mereka tentunya berkeluarga juga, hingga mempunyai anak lagi. Kemudian anak – anak mereka juga mengenyam pendidikan setinggi –  tingginya agar menjadi orang yang pintar. Setelah selesai dengan pendidikannya, mereka berlomba – lomba mencari pekerjaan yang layak tentunya, tetapi masih seperti orang tua mereka (menjadi karyawan atau PNS). Artinya, mereka memulai karir dari nol layaknya orang tua mereka. Dan mereka pun tentunya mendapatkan penghasilan yang sewajarnya didapatkan oleh pegawai baru.

Dan hal itu terjadi terus – menerus sampai generasi mereka yang seterusnya.

Yang kedua, adalah hal yang dilakukan oleh keluarga kaya.

Kepala keluarga dari keluarga ini memulai karir tidak dengan menjadi kayrawan ataupun PNS. Mereka memulai karir sebagai wirausaha. Mereka membangun bisnis dan asset mereka dari nol, mereka bertindak sebagai perintis di keluarga. Mereka mempunyai anak. Sama seperti keluarga lain, mereka memberikan pendidikan yang tinggi kepada anak mereka agar menjadi orang pintar. Setelah selesai dengan pendidikannya, anak – anak ini tidak mencari pekerjaan, atau pun memulai bisnis dari nol. Tetapi mereka melanjutkan usaha yang telah dirintis oleh orang tua mereka agar bisnisnya semakin maju dan asset mereka pun terus membesar.

Lalu mereka pun memiliki anak – anak lagi. Kemudian anak – anak mereka juga mengenyam pendidikan setinggi –  tingginya agar menjadi orang yang pintar. Setelah selesai dengan pendidikannya, anak – anak ini melakukan hal yang sama. Melanjutkan usaha yang telah berkembang sehingga terus berkembang dan terus membesarkan asset yang telah dibangun sebelumnya oleh para tetua mereka.

Hal itu terus mereka lanjutkan hingga generasi mereka yang seterusnya. Alhasil bisnis yang telah dirintis menjadi sangat kuat dan memberikan hasil yang sangat besar bagi keluarga tersebut. Sehingga semakin bertambah keturunannya, semakin besar pula asset yang mereka miliki, dan semakin kaya keluarga tersebut.

Itulah hal yang dilakukan oleh keluarga kaya. Untuk contoh nyata bisa kita lihat mantan wakil presiden kita, Jusuf Kalla yang meneruskan bisnis keluarganya yang telah dirintis sebelumnya oleh orang tuanya. Dan juga induk perusahaan yang dikomandani oleh Aburizal Bakrie, Bakri Group yang juga diwarisi oleh orang tuanya.

Lalu, Anda pilih menjadi keluarga yang mana?

Silahkan putuskan sendiri.

%d blogger menyukai ini: