Mapan di Usia Muda [part 1]

Coba terka, siapa yang sehari – hari memberi uang untuk kita jajan atau sekedar uang bensin? Pastinya orang tua kita kan. Nah, bagaimana kalau hal itu tidak akan terjadi bahkan kebalikannya – kita memberikan atau membelikan sesuatu untuk orang tua kita. Pastinya akan keren sekali bukan?

Rekan – rekan muda sekalian, apa yang biasa kita lakukan di umur – umur kita sekarang (14 – 23 tahun)? Kebanyakan dihabiskan untuk belajar dan bermain bukan? Lalu, coba kita lihat perbandingan orang yang sukses di usia muda dan orang tua yang sudah sukses. Berapa banyak yang sukses di usia muda? Pasti sangatlah sedikit. Ini menunjukkan bahwa kaum tua lah yang menguasai kesuksesan, sedangkan kemana anak mudanya?

Bagaimana kalau yang sukses adalah anak muda? Yang ibarat buah masih hijau – hijaunya, ibarat bunga sedang mekar – mekarnya, dan belum bau tanah. Sungguh luar biasa sekali bukan. Semua – ga semuanya juga sih – keinginan kita di dunia bisa kita wujudkan. Kita tidak perlu meminta uang jajan dengan orang tua kita, kalau mau jalan – jalan dan berpacaran juga tidak perlu minta orang tua. Semuanya cukup dengan uang kita sendiri hasil kita usaha sendiri.

Kalau di masa muda saja kita sudah memiliki penghasilan sendiri dan mapan, tentu saja di umur kita yang bisa dibilang tua kita akan lebih nyaman lagi. Kita bias pensiun dini dengan financial yang dapat menjamin kehidupan kita, kita bias menjamin pendidikan anak – anak kita kelak. Dan kitapun tidak perlu pusing mencari pekerjaan lain ketika telah pension. Cukup gunakan hasil yang kita peroleh dari yang telah kita kerjakan di masa muda.

Lalu, bagaimana cara mewujudkannya?

Cara mewujudkan yang paling tepat adalah dengan membangun asset. Pernah berlibur ke Bali? Kalau ada yang pernah, tentunya rekan – rekan pernah melihat banyak sekali turis asing muda yang berlibur di sana dalam jangka panjang (kalau rekan – rekan juga berlibur dalam jangka panjang). Sungguh asik bukan berlibur dalam jangka panjang tanpa pusing memikirkan pekerjaan. Lalu bagaimana hal itu bias terjadi? Yupp! Mereka memiliki sumber uang / asset yang memberikan uang terus – menerus untuk mereka nikmati di Negara asalnya seperti; hotel, restoran, royalti waralaba, butik, tempat hiburan, dsb.

Kehidupan yang hampir sempurna bukan? Di usia muda, kita bias menikmati hidup apapun yang kita inginkan.

%d blogger menyukai ini: